Welcoming a Baby! 5 Hal Yang Perlu Disiapkan

Dua garis… positif! Selamat! Dan selamat datang di perjalanan hidup baru! Menjadi orang tua butuh banyak persiapan. Kesehatan, psikologis, emosi, dan… yang agak jarang dibicarakan…. Keuangan. Di sini saya ingin membahas topik yang sering dirahasiakan dan dianggap taboo ini. Kenapa? Karena, kalau kebanyakan calon orang tua berpikiran sama dengan saya dan suami, masalah keuangan adalah hal yang cukup sering kita pikirkan dalam mempersiapkan our bundle of joy.

Lalu, apa saja yang harus langsung dipersiapkan? Disclaimer, points di bawah ini saya tulis berdasarkan kehidupan saya dan suami di America. Kemungkinan tidak semua point relevan untuk kehidupan di Indonesia atau negara lainnya.

1.Uang tabungan 3-8 bulan pengeluaran bulanan

Sebenarnya tidak ada keharusan berapa tabungan yang harus ada sebelum anak lahir. Yang ada adalah konsekuensi. Ketika kita memiliki sempanan extra, konsekuensi positif yang bisa didapat adalah ketenangan jiwa. Kalau sewaktu-waktu ada emergency (dan sepertinya kalau punya anak pengeluaran emergency itu akan sering ada). Dengan adanya tabungan, kita juga bisa menghindari cemas dan ketakutan tidak sanggup mengatasi cobaan ketika ujian itu datang (e.g., kehilangan pekerjaan, sakit, masalah lainnya).

Rumus saya untuk emergency saving adalah dengan menghitung berapa biaya pengeluaran pokok keluarga perbulannya. Tidak termasuk anggaran foya-foya seperti makan di restaurant atau jalan-jalan. Hanya pengeluaran yang sifatnya harus, seperti biaya rumah, listrik, makan sehari-hari, dan cicilan kalau masih ada cicilan. Tujuan awal adalah menyimpan 3 kali dari biaya pengeluaran pokok perbulan Karena di America, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mencari pekerjaan (kalau emergency-nya adalah kehilangan pekerjaan). Lebih amannya lagi adalah menyimpan tabungan sekitar 6 sampai 8 bulan biaya pokok pengeluaran perbulan.

2. Asuransi kesehatan

Di America, biaya pengobatan jumlahnya sering tidak masuk akal. Jadi yang paling aman adalah punya asuransi kesehatan. Biaya melahirkan tanpa asuransi bisa mencapai $15,000 sampai $30,000. Jadi sangat penting untuk punya asuransi kesehatan yang akan cover biaya melahirkan dan cek rutin dokter selama hamil. Mungkin di Indonesia system-nya beda. Jadi selain harus ada emergency saving, mungkin perlu menyisihkan uang untuk menyiapkan biaya check-up dokter selama hamil dan melahairkan.

3. Asuransi jiwa

Waktu saya hamil, HR dari rumah sakit tempat saya bekerja langsung bikin jadwal meeting dengan financial advisor untuk mempersiapkan berbagai worst case scenario. Ketika ada anak, penting untuk mempersiapkan untuk situasi terburuk, kalau mendadak saya dan suami meninggal. Memang rasanya janggal, baru saja dengar berita bahagia bahwa akan punya anak, langsung memikirkan kematian. Tapi hidup dan nyawa tidak ada yang tahu, dan tugas kita sebagai orang tua adalah mempersiapkan sebaik mungkin bahwa anak kita tidak akan terlantar kalau terjadi apa-apa dengan kita kedepannya.

Asuransi jiwa adalah salah satu strategi untuk mempersiapkan hal terburuk ini. Cara menghitung berapa jumlah asuransi jiwa yang perlu diambil adalah dengan menghitung… kalau tiba-tiba orang tua meninggal, kira-kira berapa jumlah uang yang perlu dipersiapkan sehingga anak kita tidak terlantar dan menderita.

Biasanya pilihannya adalah 3 kali total gaji pertahun. Jadi kalau gaji kita pertahun Rp. 100.000.000, asuransi jiwa yang diambil mungkin sekitar Rp. 300 juta. Atau bisa juga 6 kali gaji atau lebih. Tergantung dengan kesanggupan kita.

4. Dana pensiun

Ayah saya pernah bilang, “anak itu milik masa depan. Mereka bukan investasi yang kita tuntut untuk mengurus orang tua nantinya.” Bagi saya, merupakan kewajiban saya dan suami untuk bisa menyiapkan dana masa tua sebaik-baiknya, dimulai dari sekarang. Di America biasanya perusahaan sudah menyediakan tabungan pensiun. Kita yang memilih untuk menyisihkan berapa persen dari gaji kita untuk dimasukan ke dalam tabungan pensiun. Rata-rata karyawan memasukan sekitar 4% untuk gajinya untuk dana pensiun. Namun ini kadang tidak cukup untuk membiayai kebutuhan kita di hari tua.

Bagaimana cara memperkirakannya? Garis besarnya, diperkirakan umur berapa kita akan pensiun. Mungkin 55, 60, atau 65 tahun. Sebagai contoh mungkin 65 tahun. Rata-rata manusia zaman sekarang bisa hidup sampai umur 90 tahun. Jadi masa pensiun akan ada sekitar 25 tahun. Hitung saja untuk masa sekarang berapa biaya yang dibutuhkan per tahun untuk hidup. Lalu kalikan 25 tahun. Akan lebih amannya untuk dilebihkan dari itu mengingat inflasi dan biaya hidup yang akan semangkin mahal kedepannya.

Kalau sudah menarik waktu kemasa depan, bisa dilihat berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk hari tua. Ini pengingat yang baik akan pentingnya hidup sederhana di masa sekarang dan mulai investasi sedini mungkin.

5. Biaya pendidikan

Saat ini di America dibutuhkan sekitar $200 ribu dollar untuk biaya kuliah S1 anak. Bukan jumlah yang sedikit. Tips yang saya dapat adalah untuk mulai menabung sekitar $500 per bulan untuk persiapan kuliah anak sejak anak lahir. Mungkin setelah baca saran ini, banyak yang mulai langsung panik. Saran saya, mulailah tabungan pendidikan semampu mungkin, tidak perlu terlalu dipaksakan. Terutama jika belum ada persiapan untuk poin 1-4, tabungan pendidikan bisa jadi prioritas belakangan. Kenapa? Karena, anak akan punya kesempatan untuk mencari beasiswa atau bekerja sambal kuliah. Sedangkan dana pensiun lebih susah untuk cari substitute nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s