Belajar Bahagia Ketika Orang Lain Bahagia

im-so-happy-for-you

Memang benar kalau ingin menambah rasa syukur kita, coba sering lihat orang lain yang sedang kesusahan. Kita akan diingatkan betapa sedikit rezeki yang kita dapat merupakan sebuah berkah. Tapi ada satu pelajaran lain yang menurut saya tidak kalah penting, yaitu kemampuan kita untuk melihat keatas dan bisa mengatasi rasa cemburu, iri, dengki, dan rendah diri yang kadang tiba-tiba muncul.

Jujur saja, saya juga familiar dengan perasaan ini. Ketika melihat orang lain dengan pendidikan lebih tinggi, jabatan lebih bagus, rumah lebih besar, badan lebih langsing, traveling ke tempat yang bagus, anak-anak yang lucu-lucu, kadang sering langsung membandingkan dengan apa yang sudah saya punya. Dan sering otomatis merasa rendah diri atau kurang, atau merasa kesulitan untuk secara tulus merasa bahagia untuk mereka.

Tapi sebagai calon orang tua, saya mulai memikirkan pelajaran apa yang ingin saya ajarkan ke anak kami. Salah satu yang penting adalah melatih dia untuk bisa merasa bahagia ketika orang lain disekitarnya bahagia. Untuk bisa handle kekalahan dengan sportifitas tinggi. Untuk bisa menyelamatkan temannya yang menang. Untuk bisa tidak rendah diri ketika orang lain lebih beruntung.

Bagaimana melatih ikut merasa bahagia ketika orang lain bahagia? Ini beberapa tahap yang menurut saya bisa membantu. Mungkin anda juga punya tips and tricks sendiri.

1. Menyadari perasaan negatif yang mendadak muncul

Awareness is always a start. Menyadari perasaaan negatif apa yang muncul ketika kita melihat orang lain berbahagia. Mungkin teman kita baru beli rumah yang mewah, lalu mendadak muncul rasa iri. Penting untuk kita untuk menyadari proses emosi yang kita miliki ini. Karena kalau kita tidak sadari, kadang emosi negatif menjadi dasar perilaku negatif. Mungkin kita mendadak mengkritik apa yang kurang dari rumah teman kita itu. Atau kita malah membicarakan kekurangan rumah teman kita pada orang lain. Jadi penting sekali untuk menyadari perasaan negatif apa yang suka mendadak muncul. Dengan begitu kita bisa lebih in control dan tidak membiarkan perasaan kita ini mendikte perilaku kita.

2. Sadari kemungkinan adanya proses panjang yang orang lain lewati sebelum mendapatkan kebahagiaannya

Untuk bisa secara tulus merasa bahagia untuk kebahagiaan orang lain, kadang bisa membantu kalau kita mengingat usaha dan pengorbanan apa yang sudah mereka lewati sebelumnya. Misalkan teman kita baru naik jabatan. Lihat betapa susah payah yang sudah dia lakukan untuk mencapai jabatan tersebut. Mungkin hidupnya tidak selalu mudah. Mungkin banyak tantangan-tantangan di pekerjaan yang sudah bisa ia lewati. Dengan begini kita bisa belajar bahwa memang pantas ia mendapatkan kebahagiaannya tersebut.

3. Expresikan rasa bahagia kita secara alami (tidak di buat-buat)

Bagi saya, yang paling penting adalah kemampuan kita untuk mengekspresikan rasa bahagia kita ketika melihat orang lain bahagia. Mungkin bisa dengan bilang “wah selamat yah, kita jadi ikut senang” atau “saya sih gak kaget kamu bisa dipromosi” atau “gila yah, setelah capek-capek kuliah, akhirnya lulus dengan cum-laude, hebat banget deh!” Yang paling penting lagi, tunjukan ekspresi ini dengan tulus, ikhlas dan alami. Body language kita juga harus sejalan dengan isi kata-kata. Karena ketika memberikan selamat dibuat-buat, orang lain pasti akan bisa merasakannya.

4. Moment ini tentang mereka bukan tentang kita

Kadang karena kita merasa rendah diri, iri, dengki, atau perasaan lainnya, sering moment kebahagiaan orang lain kita putar balik jadi moment kita. Bagaimana maksudnya? Kadang mendadak jadi ingin membahas pencapaian kita juga. Misalkan orang tua yang sedang menceritakan keberhasilan anaknya, tiba-tiba orang tua lain langsung mendadak menceritakan betapa anak mereka juga sama hebatnya. Menurut saya habit  yang baik ketika orang lain sedang berbahagia adalah benar-benar menjadikan topik kebahagian orang lain itu sebagai moment penting. Tidak perlu kita steal their spotlight. Nanti akan ada waktunya ketika kebahagiaan kita yang mendapat sorotan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s