Truth or truth: Buka-bukaan masalah keuangan

valentin07

Banyak info di luar sana kalau masalah keuangan adalah faktor utama perceraian. Sebenernya ini rada kurang tepat. Bukan masalah keuangan yang – setelah diteliti – menjadi faktor utama perceraian. Karena banyak pasangan yang hidup dalam keadaan keuangan yang sulit tapi pernikahannya bertahan lama. Yang lebih akurat, dari beberapa research, keributan karena masalah keuangan yang menjadi salah satu faktor signifikan yang menyebabkan perceraian.

Kunci awal dari mengurangi ribut masalah keuangan, saya rasa, adalah keterbukaan TOTAL antara suami dan istri. Dari awal menikah (atau untuk beberapa pasangan bahkan mungkin sebelumnya) ada baiknya pasangan sharing tentang berbagai topik keuangan, mulai dari penghasilan, tabungan, cicilan, tujuan jangka panjang, ketakutan, kebutuhan. Memang sih, ini topik yang bukan paling menyenangkan, bahkan kadang janggal dan bikin tidak nyaman untuk di bahas.

Kalau menurut saya, membicarakan masalah keuangan itu seperti latihan lari. Awalnya, kalau belum sering lari, susaaaahhhh minta ampun. Gak nyaman. Kadang literally bikin sesek napas. Tapi kalau terus dilatih antara pasangan, lama-lama jadi bisa terbiasa, dan bahkan bisa membantu meningkatkan kesehatan financial. Ini beberapa kunci yang kami rasa bisa membantu untuk mengurangi ketegangan saan membicarakan masalah keuangan:

1. Take it slow

Bahas setiap topik satu-satu. Jangan langsung diserbu semuanya. Supaya gak panik dan bikin tambah ribut.

2. Saling mengerti emosi masing-masing

Topik keuangan biasanya sering membawa emosi negatif yang berbeda-beda. Ada yang panik, takut, malu, sedih, atau marah ketika sedang membahas keuangan. Mengerti perasaan apa yang sering muncul di pasangan kita bisa membantu kita untuk lebih mengerti dan sabar.

3. Kalau sampai harus berantem – itu normal 

Kadang karena pasangan pasti ada perbedaannya, mungkin obrolan jadi rada heated. Itu mah biasa. Kalo pasangan ngomongin uang terus gak pernah berantem sama sekali, itu baru luar biasa – condong aneh dan mengkhawatirkan. Jadi kalau sampai ribut, itu gak apa-apa. Yang penting adalah setelah ribut bisa diselesaikan dan ketemu jalan keluarnya. Atau paling nggak bisa menambah pengertian antara satu sama lain.

Jadi topik apa aja yang perlu dibahas? Sebenarnya banyak banget, tapi ini beberapa yang menurut saya topik-topik dasar, paling nggak untuk mulai saling terbuka.

Penghasilan dan Pengeluaran 

Orang tua saya selalu mewanti-wanti, kalau sudah menikah harus sepenuhnya terbuka mengenai masalah keuangan. Penting banget. Supaya tau semua pemasukan benar asalnya. Jadi kalau suami atau istri ada tendensi korupsi, bisa langsung saling mengingatkan. Kalau mendapat hadiah atau bantuan, juga harus saling tau satu sama lain.

Pengeluaran juga sama. Diskusikan semua biaya bulanan atau dadakan. Ibaratnya kalau tangan kanan memberi tangan kiri gak usah tau, tapi istri atau suami perlu tau. Karena pemasukan pengeluaran ini yang biasanya sering jadi topik ribut.

Sisa cicilan 

Semua pinjaman dan hutang juga harus dibeberkan sejujur mungkin. Kalau di America, untuk alasan praktikal, karena setelah nikah, hutang yah dibagi dua. Jadi tanggung jawab suami dan istri. Jadi kalau masih ada pinjaman mobil atau cicilan rumah, kedua-duanya harus tau. Karena hidup gak ada yang tau, kalau satu meninggal lebih awal, akan jatuh sepenuhnya ke tangan pasangannya.

Tabungan dan investasi jangka panjang

Ini sebeneranya paling seru sih untuk dibahas. Karena hubungannya erat dengan poin terakhir. Di sini bisa saling ngayal-ngayal tujuan penting apa yang bisa di capai kalau kita rajin nabung dan investasi. Saya dan suami paling senang lihat universitas-universitas bagus di sini. Sambil ngayal-ngayal anaknya bisa masuk ke Ivy League University (ambisi bapak ibunya banget yaaahh!!). Tapi ini yang memacu kami untuk rajin menabung demi masa depan anak.

Strategi tabungan dan investasi jangka panjang juga harus didiskusikan secara terbuka. Karena investasi kadang ada resikonya masing-masing. Jadi suami dan istri dua-duanya sudah harus siap. Siap investasi berhasil. Tapi juga siap kadang investasi justru turun.

Ketika harus menggunakan tabungan untuk hal-hal emergency atau membeli sesuatu yang besar, juga penting untuk selalu dibicarakan terlebih dahulu. Jangan asal ambil keputusan sendiri.

Tujuan-tujuan masa depan 

Fokus pada tujuan masa depan itu gak selalu gampang. Apalagi kalau ada restaurant baru yang buka atau discount di mall atau baju anak yang lucu-lucu. Tapi semakin sering kita membahas tujuan masa depan, semakin membantu kita untuk fokus mengolah keuangan secara bijak.

Topik-topik yang untuk kami paling memberikan motivasi untuk fokus ke tujuan jangka panjang:

  • Sekolah dan pendidikan anak
  • Bisa hidup mandiri di masa tua tanpa merepotkan anak atau keluarga lainnya
  • Membangun rumah yang (tidak perlu mewah) tapi nyaman dan berkah
  • Memberikan kontribusi balik ke masyarakat dan orang-orang yang membutuhkan

Semoga pelan-pelan kita bisa saling terbuka dan menjalin financial intimacy dengan pasangan kita. Karena ini bukan topik paling mudah, be kind to yourself… be kind to each other. 

Cheers!

-AJP-

 

 

 

One thought on “Truth or truth: Buka-bukaan masalah keuangan

  1. Gojeng!! Setuju banget sama artikel yg ini … ini udah mbak Nana baca 2 kali. Seru bacanya … tabungan jangka panjang 401K, Pension Plan yg jelas udah aku mulai sejak kerja di GP. Sekolah Cathy juga prioritas aku and mas Greg. Soal Ivy League University .. Cathy yg punya cita2 … kita berdua kasih full support. Kita cuma punya sedikit tapi happy dan masih tetep berusaha bisa bantu yg perlu di bantu 🙂 Keep posting great stuffs ya Jeng!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s