Ingin anak kuliah di America setelah taun 2030? Berapa yang perlu disiapkan hari ini?

Education Fund

Ayah saya selalu bilang, jangan pernah takut untuk sekolah setinggi mungkin, karena uang bisa habis tapi ilmu gak akan pernah habis. Sekolah adalah salah satu investasi jangka panjang yang paling banyak return of investment nya, baik dari segi keuangan, pengalaman, dan perkembangan kedewasaan.

Sebagai pasangan muda yang sedang menyiapkan kelahiran anak pertama, diantara sekian banyak prioritas yang perlu disiapkan, biaya kuliah anak sering jadi topik paling akhir yang kita pikirkan. Mungkin karena masih beberapa tahun dari sekarang ketika anak berusia 18 tahun. Tapi kalau goal jangka panjang ini diteliti secara menyeluruh, ternyata 18 tahun itu bukan waktu yang panjang untuk menyiapkan biaya kuliah. Terutama kalau ingin anaknya kuliah di universitas di America.

Tentunya tidak semua keluarga ingin atau mampu mengutamakan menyiapkan biaya kuliah anak dari sedini mungkin. Itu semua kembali pada keputusan pasangan masing-masing. Seperti biasa, saya percaya untuk urusan keuangan, tidak ada mana yang paling benar dan paling salah. Yang ada adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kalau uang kuliah sudah siap, anak bisa fokus pada pendidikan. Tapi anak yang sepenuhnya dibiayai kuliah bisa jadi tidak mendapat pengalaman harus bekerja sambil kuliah. Sebaliknya anak yang harus mencari sendiri biaya kuliahnya mungkin lebih semangat untuk kerja sampingan atau mencari beasiswa. Tapi hal ini bisa jadi mempengaruhi nilai mereka karena harus membagi waktu antara sekolah dan kerja. Jadi tidak ada formula paling tepatnya, tinggal kembali ke jalur mana yang terbaik untuk keluarga dan anak masing-masing.

Hari ini kami belajar tentang berapa biaya yang harus disiapkan kalau orang tua ingin membayar kuliah anak di America. Financial advisor dari tempat saya bekerja memberikan perincian yang sangat-sangat membantu untuk break down goal jangka panjang ini menjadi baby steps yang bisa kami lakukan sekarang. Perlu dicatat ini prediksi dari financial advisor kami, dan bukan saran mutlak. Silahkan dipelajari dan diambil info-nya sesuai kebutuh masing-masing.

Scenario ini adalah untuk anak yang lahir tahun 2017 dan keluarga yang baru mempunyai satu anak. Jadi kalau anak sudah lebih dari satu atau lahir sebelum atau sesudah tahun 2017, perhitungannya akan sedikit berbeda.

Saat ini (tahun 2017), prediksi rata-rata kuliah anak di Amerika (menggabungkan universitas negri dan swasta) sekitar USD $28,000 per tahun. Ini sudah termasuk biaya kuliah dan biaya hidup. Financial advisor kami memprediksi cost inflation rate of 5% antara tahun 2017 sampai 2033 (ketika anak kami 18 tahun).

18 tahun dari sekarang, diprediksi ini adalah biaya kuliah per-tahun anak yang lahir di tahun 2017 untuk ambil S1 selama 4 tahun – semua dalam US dollar:

Tahun 2033 (Semester 1 & 2)= $67,385/tahun

Tahun 2034 (Semester 3 & 4)= $70,755/tahun

Tahun 2035 (Semester 5 & 6)= $74,292/tahun

Tahun 2036 (Semester 7 & 8)= $78,007/tahun

Total Biaya Kuliah S1 selama 4 tahun = $290,439 

Kalau dirubah ke rupiah dengan mata uang hari ini total biaya kuliah anak untuk S1 di America sekitar Rp. 3,891,301,722 atau hampir 4 milyar rupiah di tahun 2033-2036. 

Kalau kami ingin mulai menabung kuliah anak sejak anak lahir, rekomendasinya adalah menyisihkan $7,750/tahun atau sekitar $650/bulan dimulai dari tahun 2017 sampai 2033.

Dan angka diatas tentunya kalau ingin membiayai kuliah anak 100%. Tidak ada keharusannya. Beberapa orang tua membiayai hanya biaya kuliahnya, untuk biaya hidup anak harus cari sendiri. Atau mungkin ada orang tua yang hanya membayar tuition fee per tahun, tapi untuk buku dan tambahan-tambahan lain anak harus mencari beasiswa atau bekerja sendiri.

Namun sebelum mulai memikirkan biaya kuliah anak, ada beberapa prioritas utama yang perlu sudah dicapai, kalau saran dari financial advisor kami:

  • Emergency saving sekitar 3-6 bulan pengeluaran per-bulan. Jangan sampai kita tidak punya emergency saving sehingga meskipun niatnya ingin meringankan beban anak, tapi kalau kitanya sendiri tidak bisa survive ketika ada emergency, nanti malah jadi merepotkan anak, keluarga, atau orang lain.
  • Lunasi cicilan, kecuali cicilan rumah. Jadi kalau masih ada cicilan lainnya (mobil, student loan, atau consumer debt lainnya) segera diselesaikan sebelum mulai tabungan pendidikan anak.
  • Siapkan dana pensiun paling tidak 10% dari pendapatan per-bulan – mulai dari sekarang. Sama dengan point pertama. Kalau dihari tua kita tidak bisa menyiapkan dana pensiun kita, percuma menyiapkan biaya kuliah anak tapi nantinya kita harus bergantung dan merepotkan anak. Kalau anak tidak punya biaya kuliah 100% mereka masih bisa mencari beasiswa, tapi kalau manula tidak punya biaya hari tua, akan susah mencari rezeki ketika sudah usia di atas 65 tahun. Tapi hal ini juga kadang masih menjadi sesuatu yang taboo di budaya timur, jadi silahkan kembali ke philosophy keluarga masing-masing.

Semoga infonya membantu yah. Kalau teman-teman seperti kami, saya sadar betul bahwa topik semacam ini sering meningkatkan kecemasan. Jadi bikin deg-degan apa bisa menyiapkan dana pendidikan. Atau merasa sudah terlambat. Saran saya, tidak ada kata terlambat untuk mencapai kesehatan finansial. Sama seperti kesehatan badan, yang penting kita memulai semampu mungkin mulai dari sekarang.

Cheers!

-AJP-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s